Kenalilah kebenaran, maka akan kita kenali orang-orang yang berjalan di atas kebenaran itu

saya malu 1

Saat mata saya belum mampu menahan pandangan dari yang haram baik dikala ramai dan bersendirian, saya malu untuk menyebar nasehat agar  laki-laki & wanita yang beriman, Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan menjaga kemaluannya.

Saat saya masih mencuri-curi kesempatan dengan pacaran islami dan menikmati campur baur dengan lawan jenis non-mahrom, saya malu untuk menyebar nasehat bahayanya Ikhtilat para laki-laki dengan perempuan yang menjadi sebab timbulnya berbagai tindakan keji dan perzinaan

Saat mulut saya belum mampu menahan ghibah, menggunjing saudara sendiri hingga perkataan cela dan dusta, saya malu untuk menyebar nasehat agar orang-orang yang beriman senantiasa berkata yang benar, menjauhi sgala prasangka, mencari-cari kesalahan orang lain dan menggunjing sebahagian yang lain.

Saat sholat saya belum mampu berjama’ah di masjid dan diawal waktu,  saya malu untuk menyebar nasehat keutamaan shalat berjam’aah yang lebih utama dengan 27 derajat

Saat saya masih pelit menyedekahkan harta yang saya miliki, saya malu untuk menyebar nasehat utamanya sedekah yang bisa menghapus dosa dan membawa berkah

Saat hati dan badan saya belum mampu duduk rutin di majelis-majelis ilmu untuk mengambil manfaatnya, saya malu untuk menyebar nasehat agar setiap Muslim wajib menuntut ilmu agama, bahwa sungguh orang takut kepada Allah hanyalah orang yang berilmu (Ulama), dan sungguh orang yang faham agama adalah tanda Allah berikan seluruh kebaikan padanya

Saat saya masih berbangga dengan apa yang sudah diperbuat taklim & komunitas saya, saya malu senantiasa menyindir & meng-hajr saudara-saudara saya yang Ta’ashub dan taklid oleh partai politik,  ormas dan fanatisme golongan lainnya

Saat saya masih merasa kurang dengan penghasilan saya dan dunia masih menyibukkan saya, saya malu disetiap waktu menyebar nasehat agar menjadi hamba yang selalu bersyukur dan tak tertipu oleh dunia

Saat masih banyaknya amalan-amalan sunnah yang lalai saya lakukan di hari Jum’at, saya malu selalu menyebar nasehat banyaknya keutamaan dan amalan-amalan sunnah di hari Jum’at

Saya memang tidak tahu malu!

Jika masih banyaknya ilmu yang belum saya amalkan kenapa begitu banyak yang saya sebarkan sebagai nasehat kepada orang lain hanya karena mengandalkan

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Atau karena saya mengandalkan ucapan Sa’id bin Jubair sebagaimana yang pernah saya baca bahwa Sa’id bin Jubair mengatakan, “Jika tidak boleh melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar,  kecuali orang yang sempurna niscaya tidak ada satupun orang yang boleh melakukannya”. (Tafsir Qurthubi, 1/410)

Atau dalil-dalil lain tentang keutamaan berdakwah? Padahal saya pun tahu bahwa itu fardhu kifayah

Saya yakin, tidak ada yang salah dengan dalil-dalil di atas, tapi sekarang saya harus curiga bahwa diri saya hanya orang yang pandai memberi nasehat namun menjadi orang yang pertama menerjang sendiri pesan nasehat itu, padahal sejatinya saya memiliki daya untuk melakukan dan mengamalkan pesan-pesan nasehat itu.

Saya jadi kembali ingat firman Allah Ta’ala

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kemurkaan Allah bila kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan” (QS. As-Shof: 2-3).

Akankah saya kembali tidak tahu malu setelah mengingat ayat ini?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: