Kenalilah kebenaran, maka akan kita kenali orang-orang yang berjalan di atas kebenaran itu

Tidak selamanya perjumpaan membawa kebahagiaan, demikian pula sebaliknya, tidak selamanya perpisahan membawa kesedihan..

Sebagaimana Perjumpaan tentu mendapatkan perpisahan, entah perpisahan itu masih berada di permukaan bumi ataupun perpisahan yang akan meninggalkan bumi (kematian)..

Sejauh apa persiapan-persiapan perpisahan yang akan kita hadapi ? Sebagaimana orang yang hendak bepergian, selayaknya ia mempersiapkan segala keperluan di dalam perpisahannya, apakah ia bepergian jauh atau dekat sekalipun, tetap mengalami perpisahan..

Namun tentu perpisahan yang diinginkan oleh orang-orang beriman adalah perpisahan yang tetap berada dalam naungan as-Sunnah, maka mulailah perpisahan itu dengan Do’a..

Dari Qoza’ah, dia berkata: Ibnu Umar -radhiyallahu’anhuma- berkata kepadaku, “Kemarilah, akan kulepas kepergianmu sebagaimana ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melepas kepergianku (yaitu dengan Do’a):

 أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

‘Astaudi’ullaha diinaka wa amaanataka wa khawaatima ‘amalik’

(Aku titipkan kepada Allah pemeliharaan agamamu, amanatmu, dan akhir penutup amalmu).”

{HR. Abu Dawud, Syaikh al-Albani berkata: Hadits ini sahih dengan banyak jalannya, sebagiannya disahihkan oleh at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, al-Hakim, dan adz-Dzahabi. Lihat Shahih Sunan Abu Dawud [7/353]}

Sudah semestinya kita meyakini bahwa Allah tak akan menyia-nyiakan kepada apa yang dititipkan kepada-Nya.

Dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu-, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melepas kepergianku dengan mengucapkan,

 أستودعك الله الذي لا تضيع ودائعه

‘Astaudi’ukallahalladzi laa tadhii’u wadaa-i’uhu’

(Kutitipkan kamu kepada Allah yang tidak akan pernah tersia-siakan apa yang dititipkan kepada-Nya).”

{HR. Ibnu Majah. Disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [16 dan 2547] dan Takhrij al-Kalim at-Thayyib [167], lihat Shahih Ibnu Majah [2/133] software Maktabah asy-Syamilah}

Semoga Allah senantiasa limpahkan dalam setiap perjalanan kita sebaik-baik bekal yakni ketakwaan.

 

Sumber bacaan : Kutitipkan mereka kepada-Mu Ya Allah – Abu Mushlih Ari Wahyudi http://abu0mushlih.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: