Kenalilah kebenaran, maka akan kita kenali orang-orang yang berjalan di atas kebenaran itu

Benarkah semua agama adalah sama benarnya?

Inilah propaganda (baca: syubhat) besar yang sering kali diutarakan oleh kaum liberalis kepada umat muslim yang tidak lain hakikatnya adalah penyesatan kepada Aqidah yang lurus, yakni mencoba menularkan penyakit tasykik (peragu-raguan) ke dalam tubuh umat Islam. Mereka berpendapat bahwa semua agama benar berdalih dengan kenyataan pluralisme (kemajemukan) agama yang ada di dunia ini. Nama lain ‘penyakit’ ini adalah inklusivisme, suatu istilah yang terkesan ‘mentereng’ namun menyimpan racun yang mematikan!

Sesungguhnya propaganda ‘semua agama sama benarnya’ adalah justru sebagai sikap terbalik dari ketidakyakinan mereka akan kebenaran yang ada dari agama-agama selain daripada Islam. Kenapa demikian? Karena tak ada satupun bukti dalil dan nash yang dapat membenarkan propaganda mereka,bahkan tafsir (akal) mereka dengan argumentasi  siapa pun yang menyerahkan diri kepada Tuhan, meskipun secara formal dia berada di luar agama Islam, boleh disebut Muslim tidak lebih daripada kedustaan atas nama agama Islam, dusta atas nama Allah, atas nama rasul-Nya, dan atas nama para ulama!

Allah ta’ala berfirman (yang artinya),

“Katakanlah; sesungguhnya Rabbku hanya mengharamkan berbagai perbuatan keji yang tampak maupun yang tersembunyi, perbuatan dosa, melampaui batas tanpa haq, mempersekutukan sesuatu dengan Allah padahal tidak ada sama sekali hujjah yang Allah turunkan untuk mendukungnya, dan kalian berkata-kata atas nama Allah sesuatu yang tidak kalian ketahui.” (QS. Al-A’raaf : 33)

Sehingga demikian mereka tidak dapat mendatangkan hujjah yang datang dari Allah dan Rasul-Nya Shalallahu ‘alaihi w salam, maka akhirnya mereka membutuhkan ‘pengakuan’ (relatif) dari manusia dengan menebarkan penyakit syubhat dalam bentuk propaganda ‘semua agama sama benarnya’. Inilah teori yang sebenarnya berasal dari Yahudi dan Nasrani yang disebarkan lewat slogan dan kegiatan-kegiatan dalam segala bidang untuk menyeret kaum muslimin keluar dari Islam, padahal mereka tiada lain hanya berangan-angan (bermimpi) dengan kedustaan. Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (artinya) :

“Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata : ‘Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi dan Nasrani. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah : “Tunjukkan kebenaranmu jika kamu adalah orang-orang yang benar” (QS. Al-Baqarah : 111)

Bagi umat Islam, kebenaran agama yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah perkara yang tidak bisa lagi ditawar dan dirubah-rubah, dikarenakan syari’at agama ini telah sempurna. Maka tidak ada cara lain di dalam menegakkan kebenaran syari’at ini kecuali dengan dalil shahih yang berasal dari Kitabullah dan As-Sunnah yang di fahami secara benar.

Jika kebenaran syari’at agama islam ini telah kita yakini dengan benar, akankah akal sehat kita dapat menerima bahwa Islam yang merupakan agama Tauhid dipersamakan dengan agama-agama kesyirikan?

Maka benarlah bahwa propaganda ‘semua agama sama benarnya’ hanyalah merupakan impian kosong yang tidak berdasar dari Al-Haq.

Sumber bacaan dengan sedikit perubahan:

  1. Penyakit ‘Semua Agama Sama’ http://buletin.muslim.or.id/aqidah/penyakit-%E2%80%98semua-agama-sama%E2%80%99
  2. Tinjauan Historis Teori Penyatuan Agama dan Beberapa Kasus Yang Berkaitan Dengannya http://abufawaz.wordpress.com/2009/01/30/tinjauan-historis-teori-penyatuan-agama-dan-beberapa-kasus-yang-berkaitan-dengannya-16/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: