Kenalilah kebenaran, maka akan kita kenali orang-orang yang berjalan di atas kebenaran itu

Mengapa untuk urusan duniawi yang kita tidak ketahui, kita bisa begitu rela berkorban mencari tahu ilmunya. Tapi untuk urusan akhirat yaitu ibadah yang tidak kita ketahui, kita enggan mencari tahu ilmunya (?)

Misal, seorang wanita yang pastinya diberikan fitrah bisa memasak walau hanya satu jenis masakan yang ia mampu, tentu ketika ia ingin memasak satu jenis makanan yang belum pernah sama sekali di buatnya, ia akan merasa bingung bukan? Karena ia tidak tahu bagaimana cara membuatnya, apa bahan dan bumbunya, bagaimana komposisinya yang pas, kapan waktunya dimasak dan sebagainya sampai menjadi masakan yang ia inginkan tersebut. Lalu apa yang akan ia lakukan? Sudah pasti ia akan mencari tahu bagaimana cara memasak makanan tersebut.

Permisalan di atas (perkara duniawi -pen) hanya ingin mengajak bagaimana memahami satu hal; Jika hanya untuk urusan memasak yang kita belum mengetahuinya saja kita rela mencari tahu ilmunya, padahal kita tahu, andaikanpun kita salah dalam memasak makanan tersebut, paling kerugiannya hanya soal rasa.

Bagaimana jika urusan yang kita maksud adalah soal ibadah yang belum kita ketahui tata caranya?

Justru kebanyakan yang  terjadi pada diri kita adalah meremehkannya dari mencari tahu tata caranya, lalu kita tidak perduli apakah cara ibadah kita sudah benar atau salah, bahkan kita sering berdalih “yang penting Allah maha tahu” (?)  

Tahukah kita apa kerugiannya jika  ibadah kita tidak benar dan tidak sesuai tata caranya? Tentu amal ibadah kita akan sia-sia karena tidak diterima. Allah Ta’ala sendiri yang mengatakan demikian didalam firman-Nya :

“Katakanlah: maukah kuberitakan kepada kalian mengenai orang-orang yang paling merugi amalnya, yaitu orang-orang yang sia-sia upaya mereka dalam kehidupan dunia sementara mereka mengira bahwa mereka telah melakukan suatu kebaikan dengan sebaik-baiknya.” (QS. al-Kahfi: 103-104).

Ibnu Katsir menafsirkan: Ayat ini berlaku umum bagi setiap orang yang beribadah kepada Allah akan tetapi tidak berada di atas jalan yang diridhai oleh Allah (tata caranya tidak benar –pen).

Dengan demikian kita dapat petik satu kaidah besar, yakni “Berilmu sebelum berkata dan beramal” karena ucapan dan amal tidak ada nilainya bila tanpa ilmu, bahkan amalan yang banyak yang kita lakukan bisa tidak diterima di sisi Allah kalau tidak didasari dengan Ilmu. Inilah yang perlu kita fahami bahwasanya agama islam itu adalah agama ilmu dan amal.

Hal ini sebagaimana perkataan Imam Al-Bukhari, “Al-’Ilmu Qoblal Qouli Wal ‘Amali” (Ilmu Sebelum Berkata dan Beramal). Perkataan ini merupakan kesimpulan yang beliau ambil dari firman Allah ta’ala
“Maka ilmuilah (ketahuilah)! Bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu” (QS. Muhammad: 19).

Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin menjelaskan secara singkat berkenaan dengan perkataan Imam Bukhari di atas : “Al-Imam Al-Bukhari berdalil dengan ayat ini (Muhammad: 16) atas wajibnya mengawali dengan ilmu sebelum berkata dan beramal. Dan ini merupakan dalil atsari (yang berdasarkan periwayatan) yang menunjukkan atas insan bahwa berilmu terlebih dahulu baru kemudian beramal setelahnya sebagai langkah kedua. Dan juga di sana ada dalil ‘aqliyah (yang telah diteliti) yang menunjukkan atas ‘ilmu sebelum berkata dan beramal’. Hal itu karena perkataan dan amalan tidak akan benar dan diterima sehingga perkataan dan amalan tersebut mencocoki syariat, dan manusia tidaklah mungkin mengetahui bahwa amalnya mencocoki syariat kecuali dengan ilmu.” (Syarh Tsalatsatul Ushul Syaikh ‘Utsaimin)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: