Kenalilah kebenaran, maka akan kita kenali orang-orang yang berjalan di atas kebenaran itu

Saat-saat itu ….

Menempatkan hati kita pada suatu “saat” tidaklah mudah, terkadang kita bisa menjaganya seperti apa yang kita inginkan, terkadang kita terlepas dari apa yang telah kita inginkan

Ternyata kita tidak sepenuhnya bisa menguasai hati kita, biarkan hati kita yang menentukan keseluruhan gerak tubuh ini, sepanjang “saat” itu dapat menjadikan hati ini lebih baik

 

Kadang kita sudah merasa menjadi seorang Ibu dari anak-anak kita ketika kita sudah melahirkannya, memberikannya ASI, membesarkan dengan segala kenyamanan  dan keamanan pada diri mereka

“Saat-saat” itu seperti mengalir dengan cepatnya seiring tumbuh kembang usia mereka…

Alangkah indahnya ketika “saat-saat” itu terulang dengan menempatkan kembali hati kita sebagai seorang Ibu yang sejati yang didalamnya memberikan waktu-waktu yang berarti

 

Begitu pula “saat” kita telah merasa menjadi seorang Ayah yang telah melindungi, memberikan rasa aman, memberikannya pendidikan yang terbaik pada diri mereka

“Saat-saat” itu pun seperti mengalir dengan cepatnya seiring tumbuh kembang usia mereka

Alangkah indahnya ketika “saat-saat” itu terulang dengan menempatkan kembali hati kita sebagai seorang Ayah yang sejati yang di dalamnya memberikan pondasi akhlak dan aqidah yang berarti

 

Kadang kita tidak menyadari, bahwa “saat” membicarakan tentang makanan, kita tidak hanya sedang berbicara tentang cita rasa dan penyajian dari makanan itu sendiri. Namun kita bisa mengambil hikmah perumpamaan dari kehidupan kita dengan makna cita rasa dan penyajian itu.

Ketika rasa makanan dan minuman itu ada yang manis, pahit, asam, pedas, panas, dingin dan bahkan hambar

Begitu pula dengan kehidupan yang dilalui setiap manusia, ada “saat-saat” senang, susah, duka, marah, dan bahkan diam

Tinggal bagaimana kita mengambil hikmah dari suasana hati itu menjadi rasa syukur dan sabar

 

“Saat” Allah telah banyak memberikan kenikmatan pada diri kita

Allah menanyakan, maka nikmat Tuhan-mu manakah yang kamu dustakan?

Allah menyatakan, tidak akan sanggup kita menghitung nikmat-Nya

Menempatkan antara nikmat yang telah diberikan dengan syukur

adalah hal yang tidak terpisahkan

 

“Saat-saat” ketika seorang wanita dikatakan cantik, adalah fitrah yang harus diterimanya

Tidaklah seorang wanita ingin dikatakan cantik, kecuali kecantikan itu dipengaruhi dari dalam hatinya

Menjadikan “saat-saat” kecantikan kita akan terasa lebih berarti, ketika cantik itu menurut apa kata Allah

 

“Saat” tersenyum tidak hanya untuk mengekspresikan wajah kita, “saat” tersenyum dapat mengandung banyak makna

Ada kalanya “saat” tersenyum menjadi suatu sedekah bagi kita, ada kalanya “saat” tersenyum menjadi rasa senang bagi kita

Namun ada kalanya “saat” tersenyum justru menutupi kelemahan kita, tergantung, darimana seseorang itu melihat makna senyum kita

Dan tidak menjadi penting apa makna senyum kita, sepanjang senyum itu telah membuat orang lain merasa bahagia

 

Sampai hari ini telah banyak “saat-saat” itu yang kita lalui, kita hanya berusaha menjadikan setiap “saat” menjadi berarti, setiap “saat” ada hikmah yang akan kita cari

Dan kita berharap “saat-saat” itu tidak akan pernah berhenti

 

Feb 25, 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: