Kenalilah kebenaran, maka akan kita kenali orang-orang yang berjalan di atas kebenaran itu

Tentang Waktu

Ketika kita banyak di beri waktu luang, kita pun beralasan ‘tidak punya waktu’.

Padahal, sepanjang hari yang telah terlewati -mungkin kemarin, hari ini dan esok lusa- banyak waktu yang telah terbuang sia-sia tanpa menjadi bermakna dan bermanfaat. Begitu berharganya waktu itu, yang dengannya -waktu- kita telah melewatinya dan akan melaluinya. Tidak ada seorangpun yang akan luput dari waktunya.

Aku tersadar! bahwa ternyata selama sepanjang usiaku begitu banyak waktu kehidupan ini terlewati tanpa hikmah yang bermakna, lalu aku bertanya ‘apa yang harus aku lakukan dengan sisa-sisa waktuku?’

Ibnu mas’ud radhiyallahu’anhu berkata,  “Tidaklah aku menyesali atas sesuatu seperti penyesalanku atas berlalunya satu hari dan mataharinya terbenam, umurku berkurang, akan tetapi tidak bertambah amalanku pada hari itu.”

Hasan Al Basri rahimahullah berkata, Wahai anak adam sesungguhnya kalian adalah kumpulan hari demi hari. Tatkala berlalu suatu hari maka berkuranglah umurmu

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata, “Sesungguhnya siang dan malam itu berbuat padamu (terus berputar bergantian lenyap) maka beramallah pada siang dan malam.”

Berkata Yahya -guru Ibnul Jauzi-, “Waktu akan semakin berharga bila dijaga dengan baik, tapi aku melihat waktu itu sesuatu yang paling mudah dilalaikan.”  [Dzail Thobaqotil Hanabilah, 1:281]

Begitu berharganya perkara waktu yang dengannya Allah subhanahu wa ta’ala telah berikan kepada kita, karena setiap dari waktu kita pasti dipertanyakan dan dimintai pertanggungjawabannya.

Rasulullah َShallallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

“Tidaklah bergeser telapak kaki bani Adam pada hari kiamat dari sisi Rabb-nya hingga ditanya tentang lima perkara; umurnya untuk apa ia gunakan, masa mudanya untuk apa ia habiskan, hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan, dan apa yang ia perbuat dengan ilmu-ilmu yang telah ia ketahui” [HR. At Tirmidzi no. 2416 dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani di dalam Ash Shahihah no. 947]

Bahkan semua manusia tanpa terkecuali akan celaka (rugi) dengan waktunya. Allah subhanahu wa ta’ala tidak memandang agama, jenis kelamin, status, martabat, dan jabatan, melainkan Allah mengkhabarkan bahwa semua manusia itu dalam keadaan celaka !

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), “ {QS. Al ‘Ashr : 1}

Karenanya setelah kita diberi waktu -umur dan kehidupan-  maka sebenarnya semua kondisi itu begitu merugikan -jika tidak kita pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk memanfaatkan waktu itu-. Maka merekalah orang-orang yang beruntung, yakni orang-orang yang tahu untuk apa waktunya ia gunakan,

  • Beriman dan berilmu
  • Beramal Shalih
  • Saling menasehati dalam kebenaran, dan
  • Saling menasehati dalam kesabaran

“kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.” {QS. Al ’Ashr : 2-3}

Begitu berharganya waktu yang ia merupakan salah satu kenikmatan yang telah Allah subhanahu wa ta’ala berikan. Di dalam setiap detik, menit, jam, bahkan di sisa hari-hari yang akan kita lalui. Adakah dari waktu-waktu itu menjadi bermanfaat bagi kita? Atau justru kita banyak melalaikannya?

Dari Ibnu Abbas, dia berkata,  Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya: kesehatan dan waktu luang” [HR. Bukhari No: 5933]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: