Kenalilah kebenaran, maka akan kita kenali orang-orang yang berjalan di atas kebenaran itu

Setiap orang pasti menginginkan solusi bagi problema dirinya, Umat, Pemimpin dan Bangsanya, dan setiap orang di negeri ini –dengan ber-khuznuzhon– tanpa melihat apa jenis kedudukannya telah –merasa- memberikan solusi dengan caranya masing-masing.

Sebagai seorang Muslim, kitapun harus meyakini bahwa benar islam juga telah memberikan solusi untuk semua problematika umatnya. Marilah kita mengetahui dari syari’at islam yang murni ini yang mana Allah Subhanahu wa ta’ala telah sempurnakan agama ini

Allah Ta’ala berfirman :

Yang artinya : “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Kusempurnakan nikmat-Ku bagi kalian dan Aku ridha Islam sebagai agama kalian” (QS. Al Maidah : 3)

Allah telah mengisyaratkan tentang Problema dan Solusi nya didalam ayat-Nya yang mulia

Allah Ta’ala berfirman :

Yang artinya : “Sesungguhnya Allâh tidak merubah keadaan Suatu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri “(QS Ar Ra’d : 11)

Makna ayat: Allâh menyampaikan sebuah masalah dan solusi yang seharusnya direnungi dan difahami oleh orang-orang berakal, yakni bahwa Dia-lah yang merubah keadaan umat-umat manusia dan kondisi suatu bangsa

Jika kita ingin merubah suatu keadaan maka solusinya wajib menempuh dan mengikuti langkah-langkah syar’i (yang disyari’atkan) yang telah Allâh Ta’ala uraikan

Jadi, titik awal solusi perubahan, bermula dari diri sendiri!  Hendaknya kita mulai melaksanakan proyek perubahan pada diri sendiri dan  pada umat hingga dengannya Allâh Subhanahu wa Ta’ala akan merubah keburukan yang menimpa umat. Lihatlah keburukan yang menimpa negeri ini, seperti tidak pernah usai dan silih berganti, karena setiap orang merasa berhak untuk menilai orang lain salah tanpa terlebih dahulu melihat dirinya sendiri, setiap orang bebas mencela para pemimpinnya dimuka umum, setiap orang bebas menggunjing saudaranya satu sama lain, dan setiap orang telah merasa berada diatas kebenaran tanpa mengetahui dasar kebenaran apa yang diyakininya. Inilah ekspresi kebebasan yang telah salah arah dan memporak-porandakan keyakinan (aqidah) kita sendiri. Padahal, kita sendiri begitu jauh dari aqidah dan akhlak sebagai seorang muslim. Berapa banyak – pribadi- kita telah membuat kezhaliman yang begitu besar dinegeri; dari mulai kesyirikan, kemaksiatan yang semakin merajalela hingga menjadi pemandangan sehari-hari di rumah kita (jika ingin jujur, lihatlah apa yang ada di depan layar kaca kita), hal ini semakin parah dengan banyaknya orang yang –merasa- menjadi tokoh Agama namun bukannya memperingatkan umat sebagai bagian dari amar ma’ruf nahi munkar, malah tersibukkan dengan urusan-urusan politik yang semakin tidak jelas arahnya.

Jalan seperti apa yang mesti ditempuh oleh setiap individu, dan bagaimana caranya untuk melakukan perubahan?

1.    Dengan Ilmu, karena tidak mungkin umat ini mampu menjaga citra, kemandirian dan keteladanan dihadapan umat/bangsa lain selain dengan kekuatan ilmu. Betapa banyak kita dibodohi oleh umat bangsa lain dengan dalih “kebebasan” namun justru menelanjangi aqidah dan akhlak kita. Ilmu yang dimaksud adalah Kitabullah (Al-Quran), sabda Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam (Sunnah), perkataan para sahabat dan para ulama yang mengikuti mereka dengan baik untuk kembali berpegang teguh kepada ajaran Islam yang murni dan bersih, agam islam yang berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadits dengan pemahaman generasi terbaik umat dari kalangan sahabat, Tabi’in dan Tabiut Tabi’in didalam semua segi kehidupan kita baik aqidah, muamalah, fiqh, akhlak dll.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah, Inilah jalanku; aku menyeru kepada Allah di atas landasan ilmu yang nyata, inilah jalanku dan orang-orang yang mengikutiku…” (QS. Yusuf:108).

2.    Dengan Perkara Sunnah, sunnah yang dimaksud yaitu segala hal yang disandarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan atau sifat (baik fisik/moral), ketetapan serta jalan yang dilalui oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya radhiallahu ‘anhum. Betapa banyak diri-diri kita yang –hanya- mengakui bahwa Muhammad Rasululloh Shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah Nabi kita yang telah diutus oleh Allah sebagai Nabi & Rasul terakhir untuk seluruh umat hingga akhir zaman kelak, namun sangat disayangkan ketika aqidah, ibadah, muamalah dan akhlak kita justru jauh dari suri tauladan beliau. Dalam sebuah hadits Irbadh bin Sariyah radhiyallâhu’anhu, Rasululloh Shalallahu ‘alaihi wa salam memberikan wasiat yang sangat penting

Beliau bersabda, “Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allâh; dan mendengar serta taat, walaupun kepada budak habasyi. Karena, barangsiapa yang hidup dari kalian setelahku, maka akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah para khulafaurrasyidin al mahdiyyin (yang memberi petunjuk) setelahku, dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Hati-hatilah terhadap perkara baru, karena perkara baru itu bid’ah, dan semua yang bid’ah adalah sesat, dan seluruh kesesatan ada di neraka. (HR Ahmad, at-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Makna Hadits:  bahwa Allâh telah memilihkan Sunnah Rasûlullâh untuk kalian sebagai agama dan pedoman hidup. Nasihat ini memiliki arti penting bagi solusi kehidupan pribadi muslim dan kehidupan umat

Tidak perlu membayangkan, jika kedua hal itu (yang dapat disimpulkan sebagai ilmu dan amal) telah tertanam pada setiap diri kita, kemudian ada di keluarga kita, kemudian di lingkungan-lingkungan terkecil kita, hingga terus menjalar sampai kepada pemimpin-pemimpin kita, maka benarlah apa yang Allah janjikan di dalam ayat diatas (QS Ar Ra’d : 11) – merubah kaum/negeri ini kepada kebaikan semata.

Mungkinkah? Sangat mungkin jika kita tidak hanya membayangkan, tapi mulai melakukan dari sekarang untuk memulai dari diri kita!

 

Maraji:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: