Kenalilah kebenaran, maka akan kita kenali orang-orang yang berjalan di atas kebenaran itu

Kewajiban Mengikuti Sunnah

Banyak diantara kita salah dalam memahami kata ‘Sunnah’, kita berpendapat bahwa Sunnah adalah perkara-perkara yang Tidak Wajib. Kalau ‘Sunnah’ ini yang dimaksud biasa digunakan dengan makna mustahab (yang dicintai), yaitu suatu perintah dalam bentuk anjuran dan tidak dengan bentuk kewajiban. Istilah ini digunakan di dalam Ilmu Fiqih.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Wajib bagi kalian untuk mengikuti sunnahku dan sunnah khulafa’ ar rasyidin al mahdiyin sesudahku. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan geraham-geraham. Jauhilah perkara-perkara yang diada-adakan, karena sesungguhnya semua yang diada-adakan (dalam hal agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Tirmidzi dan lain-lain-Hasan Shahih)

Inilah makna Sunnah yang dimaksud secara umum baik secara bahasa dan secara istilah syar’i yaitu suatu jalan yang ditempuh, mencakup berpegang teguh dengan segala keyakinan, amal, maupun ucapan yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para khulafa’ur rasyidin. Inilah makna sunnah secara sempurna. Oleh sebab itu para salaf terdahulu tidaklah menyebutkan istilah As Sunnah melainkan untuk menunjukkan makna yang mencakup hal itu semuanya…” (dinukil dari Fathu Al Qawiy Al Matin, hal. 97-98) Ibnu Rajab di dalam kitabnya Jami’ul ‘Ulum wal Hikam (2/120).

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan,

“Khulafa’ ar Rasyidun adalah orang-orang yang menggantikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengemban ilmu yang bermanfaat dan amal shalih. Sedangkan orang-orang yang paling pantas untuk menyandang gelar ini adalah para Sahabat radhiyallahu ‘anhum, karena sesungguhnya Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menegakkan agamanya. Sementara itu, tidaklah mungkin Allah ta’ala memilihkan -padahal Dia adalah Maha mengetahui lagi Maha bijaksana- orang-orang untuk menjadi sahabat bagi Nabi-Nya kecuali orang-orang yang paling sempurna keimanannya, paling baik akalnya, paling konsisten dalam beramal, paling kuat tekadnya, dan yang paling mengikuti petunjuk dalam berjalan. Mereka adalah orang-orang yang paling berhak untuk diikuti sesudah Nabi mereka shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitu pula para ulama pemimpin agama ini yang telah dikenal berjalan di atas petunjuk dan telah dikenal kebaikan agamanya.” (lihat Fathu Rabbil Bariyyah, Hal. 8 )

BERJALANLAH DI ATAS SUNNAH..
Dengan memahami Agama ini diatas Al Haq (kebenaran) sesuai Al Quran dan Sunnah menurut pemahaman para Sahabat (as salafush sholih). Bukan atas dasar Hawa Nafsu, Akal, dan Perkataan-perkataan yang tidak memiliki Dalil (ilmu Syar’i)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: