Kenalilah kebenaran, maka akan kita kenali orang-orang yang berjalan di atas kebenaran itu

Demi Masa!

Allah ta’ala berfirman,

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).

 

Abu al Madinah ad Daarimiy –radhiyallahu ‘anhu- berkata;

“Dahulu bila ada dua orang sahabat Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- berjumpa dan keduanya hendak berpisah, maka salah seorang dari mereka membaca surah al Ashr, lantas ia mengucapkan salam, kemudian keduanya pun berpisah.” [HR. at Thabraani, “Silsilah al Ahaadiits as Shahiihah”, no. 2648]

 

Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata tentang surat ini;

”Seandainya setiap manusia merenungkan surat ini, niscaya hal itu akan mencukupi untuk mereka.” [Tafsir Ibnu Katsir 8/499].

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, ”Maksud perkataan Imam Syafi’i adalah surat ini telah cukup bagi manusia untuk mendorong mereka agar memegang teguh agama Allah dengan beriman, beramal sholih, berdakwah kepada Allah, dan bersabar atas semua itu. Beliau tidak bermaksud bahwa manusia cukup merenungkan surat ini tanpa mengamalkan seluruh syari’at. Karena seorang yang berakal apabila mendengar atau membaca surat ini, maka ia pasti akan berusaha untuk membebaskan dirinya dari kerugian dengan cara menghiasi diri dengan empat kriteria yang tersebut dalam surat ini, yaitu beriman, beramal shalih, saling menasehati agar menegakkan kebenaran (berdakwah) dan saling menasehati agar bersabar” [Syarh Tsalatsatul Ushul].

 

Demikian ketika masa (waktu) yang merupakan nikmat yang telah Allah ta’ala berikan ini benar-benar menjadi kerugian yang nyata baik di dunia dan di akhirat, kecuali bagi orang yang terkumpul di dalam dirinya; Iman yang dilandasi dengan  ilmu, beramal shalih (amal yang dilandasi ilmu), berdakwah kepada Allah di atas kebenaran dan bersabar dalam dakwah atas gangguan yang dihadapinya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: